TUBAN – UPT SDN Kutorejo 3 kembali mengukuhkan posisinya sebagai pionir digitalisasi pendidikan di Kabupaten Tuban. Melalui ajang TUBERNOVA AWARD 2026, sekolah secara resmi memperkenalkan mahakarya inovasi terbaru bertajuk LaweKids (Ronggolawe Kids Adventure).
Menjawab Krisis Identitas Lokal
Inovasi ini lahir sebagai respon terhadap fenomena "Krisis Identitas Lokal" yang mulai menjangkiti generasi muda. Hasil observasi internal menunjukkan bahwa murid sekolah dasar kini lebih akrab dengan pahlawan fiktif mancanegara dibandingkan tokoh heroik sejarah daerahnya sendiri. Nama-nama besar seperti Raden Wijaya atau Ronggolawe seringkali hanya dianggap sebagai nama jalan tanpa makna sejarah yang mendalam.
LaweKids merupakan aplikasi berbasis Progressive Web App (PWA) yang menggabungkan konten sejarah lokal dengan mekanisme Gamifikasi. Siswa diajak untuk "berpetualang" menyelesaikan tantangan sejarah guna mendapatkan poin dan pencapaian digital.
Teknologi Masa Depan (Future-Ready)
LaweKids tidak hanya sekadar media baca digital. Inovasi ini dibangun dengan standar teknologi modern, termasuk penggunaan manajemen kode terpusat melalui GitHub untuk memastikan keberlanjutan pengembangan. Penggunaan teknologi PWA memungkinkan aplikasi ini diakses dengan ringan di berbagai perangkat tanpa harus mengunduh aplikasi berat dari Playstore, sangat cocok untuk ekosistem sekolah.
Visi SDN Kutorejo 3
Kepala UPT SDN Kutorejo 3 menyatakan bahwa LaweKids merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka yang mengedepankan kearifan lokal (Local Wisdom). "Kami ingin anak-anak Tuban bangga dengan identitas 'Bumi Wali' mereka. Melalui LaweKids, sejarah bukan lagi pelajaran hafalan yang membosankan, melainkan sebuah petualangan digital yang seru," ujarnya.
Dengan semangat akselerasi teknologi yang inklusif dan berbudaya, SDN Kutorejo 3 optimis bahwa inovasi ini tidak hanya akan membawa hasil maksimal di ajang TuberNova, tetapi juga menjadi model percontohan bagi sekolah lain dalam melestarikan budaya di era globalisasi.
Kembali ke Beranda